BAGAI GULA JAWA YANG SEMPURNA
Oleh Ainun Nuha A · 30 November 2012
Kelihatan dan masih terasa manis, kini ku membisu hanya mampu melirik sekejap menikmati sisa-sisa bayangmu yang samar-samar, hampir pudar dan hilang. Dengan gelas besar nyaman dan elegan, tentunya dengan adukkan sendok berlapis emas, semakin samar kau di aduk, semakin pupus pula aku melihat keindahan itu, aku percaya meski di minum manis namun tak mungkin pula itu aku yang meminumnya. Rasaku tak jelas sementara sudah ada yang sedikit memaniskan, sedangkan kamu "Bagai Gula Jawa yang Sempurna", begitu juga sosok yang mengaduk dan tentu sosok itu pula yang akan meminummu nantinya, sosok yang sangat bersahaja dan punya tekad yang kuat untuk meminummu hingga masuk ke hati, pikiran, dan akan dialirkan ke seluruh tubuh. Bagai rasa gurih yang selalu cocok untuk menemani hari-hari manismu. Sangat cocok dan pas disajikan meski itu pagi, siang, sore ataupun malam. Aku hanya bagai purnama malam dan mentari di siang yang kadang merusak suasana dengan dingin atau panasku. Tentu aku hanya sebagai pelengkep yang hanya kadang di butuhkan.







0 komentar:
Posting Komentar